Wednesday, October 17, 2012

Pisang Raja Nangka


Deskripsi

Pisang Raja Nangka sering juga disebut pisang Nangka. Pisang ini kulit buahnya tetap berwarna hijau walaupun sudah matang. Kulit buah ini agak tebal. Buahnya berukuran besar, panjangnya dapat mencapai 28 cm. Bentuk buah melengkung. Walaupun berukuran agak besar, pisang - yang berasal dari Malang, Jawa Timur, - ini hanya berbobot 150-180 g per buah. Daging buah berwarna kuning kemerahan dengan rasa manis sedikit asam dan aroma harum. Dinamakan pisang Nangka, rasanya buahnya sedikit mirip rasa buah Nangka.

Manfaat

  1. Batang : Serat untuk membuat kain dapat diperoleh dari batang semunya. Air yang keluar dari pangkal batang yang ditusuk digunakan untuk disuntikkan ke dalam saluran kencing untuk mengobati penyakit raja singa, disentri, dan diare; air ini juga digunakan untuk menyetop rontoknya rambut dan merangsang pertumbuhan rambut. Cairan yang keluar dari akar bersifat anti-demam dan memiliki daya pemulihan kembali.
  2. Daun : Digunakan untuk menggosok lantai, sebagai alas 'kastrol' tempat membuat nasi 'liwet', dan sebagai pembungkus berbagai makanan.
  3. Buah yang belum matang merupakan sebagian dari diet bagi orang yang menderita penyakit batuk darah (haemoptysis) dan kencing manis. Dalam keadaan kering, pisang bersifat antisariawan usus. Buah yang matang sempurna merupakan makanan mewah jika dimakan pagi-pagi sekali. Tepung yang dibuat dari pisang digunakan untuk gangguan pencernaan yang disertai perut kembung dan kelebihan asam.

Resep Dodol

BAHAN
  1. Buah pisang jenis pisang nangka 2 kg
  2. Gula pasir 1 ons
  3. Gula merah 3 ons
  4. Tepung ketan 1 ons
  5. Kelapa secukupnya
  6. Panili secukupnya
ALAT
  1. Baskom
  2. Alas pemotong dari kayu
  3. Pisau
  4. Cetakan dodol
  5. Penggorengan (Wajan)
  6. Alat penumbuk (alu)
  7. Tungku
  8. Sendok kayu
  9. Ayakan halus
CARA PEMBUATAN
  1. Kupas buah pisang dan potong kecil-kecil lalu haluskan;
  2. Kupas kelapa, parut lalu ambil santannya;
  3. Campur pisang yang telah dihaluskan dengan gula pasir, gula merah, tepung ketan, panili, dan santan hingga rata kemudian panaskan sampai terbentuk adonan kental (± 3 ½ jam);
  4. Segera tuangkan adonan yang telah jadi pada cetakan, dinginkan, setelah itu potong-potong menurut ukuran (5×3 cm). Kemudian masukkan ke dalam kantong plastik.
Catatan :
  1. Penambahan tepung ketan jangan terlalu banyak agar dodol yang didapatkan tidak keras.
  2. Pembungkus dilakukan setelah dingin dan disimpan di tempat tertutup agar dodol tetap kenyal seperti semula.
  3. Dodol ini tahan sampai ± 1 bulan.
Gambar ini adalah gambar keripik pisang nangka
Keripik pisang nangka

Bahan : 
  • 2 sisir pisang nangka mentah, iris tipis
  • 1 sendok teh kapur sirih
  • 1 liter minyak goreng
  • 1 sendok teh garam
 Bahan pelapis keripik pisang nangka :
  • 200 cc air
  • 150 gram gula pasir
  • 1 sendok teh minyak goreng
  1. Rendam pisang dalam air kapur sirih, kemudian tiriskan lalu goreng sampai kering.
  2. Panaskan minyak lalu masak gula hingga berbuih. Kemudian tuangkan air dan masak sampai gula menggulali (berambut). Kemudian barulah masukkan pisang yang telah digoreng. Aduk rata. Setelah dingin, masukkan dalam kaleng tertutup.

Budidaya

Pisang umumnya diperbanyak dengan anakan. Anakan yang berdaun pedang-lah yang lebih disenangi petani, sebab pohon pisang yang berasal dari anakan demikian akan menghasilkan tandan yang lebih besar pada panen pertamanya (tanaman induk). Bonggol atau potongan bonggol juga digunakan sebagai bahan perbanyakan. Bonggol ini biasanya dibelah dua dan direndam dalam air panas (52° C) atau dalam larutan pestisida untuk membunuh nematoda dan penggerek penggerek sebelum ditanamkan. Kini telah dikembangkan kultur jaringan untuk perbanyakan secara cepat, melalui ujung pucuk yang bebas-penyakit. Cara ini telah dilaksanakan dalam skala komersial, tetapi adanya mutasi yang tidak dikehendaki menimbulkan kekhawatiran. Penanaman pada umumnya dilakukan pada awal musim hujan. Bahan perbanyakan biasanya ditanamkan sedalam 30 cm. Pisang dapat dijadikan tanaman utama atau tanaman pencampur pada sistem tumpang sari. Pisang biasanya ditanam sebagai tanaman perawat (nurse drop) untuk tanaman muda coklat, kopi, lada, dan sebagainya. Juga dapat digunakan sebagai tanaman sela pada perkebunan karet atau kelapa sawit yang baru dibangun, atau ditanam di bawah pohon-pohon kelapa yang telah dewasa. Jika ditanam sebagai tanaman utama, pisang biasanya ditumpangsarikan dengan tanaman semusim.

No comments:

Post a Comment